Keperawananku Di Rebut Oleh Ayah Kandungku

Keperawananku Di Rebut Oleh Ayah Kandungku

Keperawananku Di Rebut Oleh Ayah Kandungku

Keperawananku Di Rebut Oleh Ayah Kandungku – Perkenalkan, namaku Nina, umurku 24 tahun. Aku memiliki kehidupan seks yang cukup menarik. Temanku memberitahuku mengenai situs RumahSeks dan ketika aku pertama kali browse RumahSeks, aku langsung tertarik untuk ikut mencurahkan kisahku di situs ini. Semoga kisahku ini dapat menjadi salah satu bacaan yang menarik. Kisah ini dimulai ketika aku merasakan seks-ku yang pertama dengan Papa tiriku ketika aku masih berumur 16 tahun.

Untuk lebih memperjelasnya, saya memiliki tubuh yang cukup bagus dengan payudara berukuran 34B. Kulitku putih bersih dengan rambut panjang di punggungku. Saya menonton beberapa kali dan membuka situs porno karena rasa keingintahuan saya tentang aktivitas seks yang sangat populer di kalangan anak laki-laki. Ketika menonton film porno, ada perasaan ingin mencoba karena saya melihat betapa nikmatnya wajah wanita itu sedang kacau.

Pada saat itu, ayah saya tidak langsung menjawab, dia tertegun sejenak dan menatap saya dengan tatapan tajam. Ketika saya menyadari, ternyata pada saat itu saya mengenakan daster putih tipis pendek yang terpapar untuk memamerkan lekuk tubuh saya. Puting saya jelas ditampilkan karena saya tidak memakai bra. Saya merasa wajah saya memerah dan secara spontan saya menutup dada saya.

Aku terisak sedih dan air mataku mulai mengalir. Bibi Firda adalah bibi favorit saya. Dia sangat baik pada Ibu dan aku. Ketika saya masih menangis, Papa segera mendekat dan memeluk saya. Aku memeluknya dan mulai menangis. Papa mengelus punggungku ketika aku menangis, tetapi napasku terdengar berat dan aku merasakan penisnya yang membesar menekan perutku. Saya segera melepaskan tangan saya tetapi Papa menahannya.

Pa, jangan.. Nina gak mau, Pa!” isakku sambil memberontak, namun tenaga Papa jauh lebih kuat daripadaku, tak ada gunanya aku melawan juga.Kamu diam saja, sayang.. Enak kok.. Nanti pasti kamu ketagihan,” bisik Papa sambil terengah-engah, setelah itu tangan Papa mulai menyusup ke dalam celana dalamku dan meremas kembali pantatku dari dalam.

Saya berulang kali menolak, tetapi tidak berdaya karena perbedaan dalam energi kita. Lalu, Papa mengangkat kakiku dan memegangnya sementara tangan yang lain meraih lubang vaginaku. Namun, saya merasa nafsu saya mulai meningkat, bahkan lebih dari ketika saya menonton film porno di kamar saya dengan tenang. Jari-jarinya gesit menggosok lubang vaginaku yang mulai basah. Nafas saya mulai cepat dan berat. Melihat reaksi saya yang mulai menyerah dan terbawa, Papa melanjutkan aksinya. Dia membawa saya ke sofa ruang tamu dan mendudukkan saya di pangkuannya dengan posisi saya di punggungnya.

Nafsu saya tidak tertahankan sampai saya mengundurkan diri untuk perawatan Papy saya. Saya mulai menghela nafas. Kematian di telinga saya menambah nafsu saya. Papa terlihat mencari tempat yang rentan di klitoris saya dengan mengetuk clitoris saya dari atas ke bawah. Ketika akhirnya tiba pada titik tertentu, saya mengoceh dengan tidak salah.

Dengan antusias, Papa meremas payudaraku dengan sangat keras. Pertama-tama, aku menjerit kesakitan tetapi Papa tidak peduli dengan tangisku untuk memaafkan, malah sepertinya dia bahkan lebih bersemangat untuk meniduriku. Merasa puas melihat reaksi saya, Papa membuka semua pakaiannya dan betapa terkejutnya saya melihat penis besar. Either way, Papa segera mengusap kepala penisnya yang kemerahan ke lubang vaginaku yang basah. Saya merasakan sensasi lebih dari menjilati lidah Papa di vagina saya sebelum sampai saya menanggapi sensasi luar biasa dengan kenikmatan mengerang keras.

Rasa sakit berubah menjadi perasaan senang seperti mengambang di surga. Papa mendesah terus memuji kepadatan dan betapa lezatnya vaginaku. Penis panjang dan besar milik Papa terasa di dinding rahim saya untuk membuat saya orgasme untuk kedua kalinya. Papa sepertinya masih ingin meningkatkan vaginaku.

Akhirnya, setelah membesarkan saya selama setengah jam, Papa mendapatkan orgasme yang luar biasa. Spermanya terasa menyemprot kuat di dinding vagina saya. Papa menjerit dan tubuhnya bergetar. Tangannya dengan kuat meremas payudaraku dan menarik putingku. Setelah orgasme, Papa berbaring di sebelah saya dan menjilati puting saya. Putingku tersedot dan digerogoti amarah. Sepertinya Papa ingin membuatku orgasme lagi.

Keperawananku Di Rebut Oleh Ayah Kandungku

SAKONG ONLINEBANDAR 66 | AGEN SBOBET | AGEN TERPERCAYA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*